Viral, Bantuan Daging Ayam 'Busuk' di Pekalongan, Begini Faktanya

Sabtu, 14 Oktober 2023 08:09 WIB - Dilihat: 306

Tangkapan layar postingan soal bantuan daging ayam tak layak konsumsi yang diterima sebagian warga di Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Jumat (13/10/2023) (Instagram @pekalonganinfo)
Tangkapan layar postingan soal bantuan daging ayam tak layak konsumsi yang diterima sebagian warga di Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Jumat (13/10/2023) (Instagram @pekalonganinfo)

SUGAWA.ID– Sekda Kabupaten M Yulian Akbar, menanggapi prihal beredarnya foto-foto bantuan . Di wilayah Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, yang kini menjadi viral di sosial media.

M Yulian Akbar tak menempik hal tersebut dan membenarkan bahwa adanya postingan bantuan berupa ayam busuk yang viral di sosial media.

Namun, Akbar mengaku dari awal saat bantuan tersebut didistribusikan dirinya, tidak tahu menahu mengenai kondisi daging ayam yang disebut-sebut tidak layak dikonsumsi tersebut.


Pihaknya mengungkapkan bahwa, bantuan tersebut berasal dari Badan Pangan Nasional () yang berbentuk paket daging ayam potong mentah serta termasuk 10 butir telur untuk keluarga stunting.

“Itu bantuan dari Bapanas, untuk konteks keluarga stunting, datanya ada 12 ribu keluarga yang menerima bantuan tersebut, dan sebagai penyalur PT pos Pekalongan,” ungkap Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar kepada wartawan, Jumat (13/10/2023).

Terkait hal tersebut, pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui DKPP sudah melakukan koordinasi ke supplier dan PT Pos Indonesia. Yang dimaksud daging  ayam yang dikatakan busuk.


“Saya sudah perintahkan dinas ketahanan pangan dan pertanian Kabupaten Pekalongan untuk segera berkoordinasi dengan suppliernya dan PT pos, karena dua pihak ini yang bertanggung jawab.

M Yulian Akbar, juga menuturkan untuk semua daging yang terdata mengalami pembusukan. Untuk segera di ganti dan langsung diberikan kepenerima yang bersangkutan.

“Untuk daging yang busuk kita minta diganti. Jika dikonsumsi memang berbahaya. Itu langkah kami saat ini agar langsung di distribusikan kepada yang berhak,” imbuhnya.


Akbar juga menambahkan, bantuan tersebut merupakan tahap
kedua dari total ada 12 ribu penerima bantuan.

“Kalau di Kecamatan Bojong sekitar 1.200 an penerima. Saya mengimbau kepada masyarakat, kalau memang bantuan tidak sesuai bisa dilaporkan Dinas DKPP. Ini sedang kami urus dan laporkan dan mintakan penggantinya,” Tutupnya.***

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini