Indie Art Fest 2023, Teater dan Kotak Pandora Urban Jakarta

Senin, 13 November 2023 05:08 WIB - Dilihat: 141

Foto: Dok.Indie Art Fest - Alvian pimpinan Teater Diri mementaskan kehidupan kaum urban kota Jakarta di Angke, Jakarta Barat, Jumat (10/11).  (Sihar Ramses Simatupang)
Foto: Dok.Indie Art Fest - Alvian pimpinan Teater Diri mementaskan kehidupan kaum urban kota Jakarta di Angke, Jakarta Barat, Jumat (10/11). (Sihar Ramses Simatupang)

 – Tiga hari berturut-turut, Indie Art Fest 2023 berhasil merebut hati dan menghibur masyarakat Angke, Galur dan Cilincing melalui pementasan luar ruang. Akting para aktor ditingkahi teriakan penonton, tawa cekakak warga yang nyangkut pada dialog dan peristiwa. Interaktif. Segar. Asyik. Gosip aktor dengan para tetangga pun terjadi membicarakan hal yang aktual dan keseharian.

Serba-serbi pentas teater Indie Art Fest 2023 yang “dikomandani” Silmi Rahmadi ini memang beragam.

Hari pertama, “Kokatkokit” di Gang O Jl Angke Indah Jakbar (10/11), menampilkan pementasan karya Moch. Alfian. Panggung dan set “Kokatkokit” dibangun di tengah padat dan kumuhnya . Pementasan ini ditingkahi oleh dialog interaktif antar aktor plus celotehan dari kumpulan aktor yang lain.

Indie Art Fest 2023 mengisi jadwal hari kedua (11/11) dengan menghadirkan pementasan “Ya Begitu Saja”. Teater Kandang Roda pimpinan Jaelani Manock digelar di Jl Rawa Tengah Galur Jakarta Pusat. Gang sempit menjadi pentas, disiasati dengan menjadikan gerobak sebagai properti di jalan bermotor dan bermobil, di antara warung, ruang kosong dekat teras rumah yang berhimpit.

Naskah “Wajah”, dipentaskan di Cilincing, Minggu (12/11), mengurai penderitaan dan biografi seorang terjepit hutang dan hidup keluarga yang mengenaskan. Berpentas di panggung dekat laut, tokoh “si ayah” bahkan memegang langsung perahu yang tertambat di antara pasir dan sampah laut. Anak-anak juga langsung menceburkan diri saat adegan bermain.

Pementasan tentang kehidupan marjinal nelayan di Cilincing ini live dengan view keseharian pemandangan aktivitas nelayan di kawasan teluk Jakarta.

Pengamat teater Madin Tyasawan mengatakan kesemua peristiwa pementasan ini menggunakan pendekatan site-specific theater yang mampu menyuarakan “cerita yang tak terceritakan”.

“Indie Art Fest 2023 menawarkan ruang kemungkinan untuk melakukan jelajah artistik tanpa sekat kriteria; pendekatan dramaturgi zonder batas isme; narasi dibangun dari kesadaran atas fenomena kini dan di sini,” ujar Madin yang didaulat sebagai Steering Comittee bersama Malhamang Zamzam dan Edian Munaedi dengan pengamat Ugeng T. Mutidjo.

Sutradara Bandar Teater Jakarta sekaligus aktor teater Malhamang Zamzam mengungkapkan bahwa Indie Art Fest 2023 tak hanya proscenium. Menurut Malhamang bahwa teater tak selalu megah di gedung pertunjukan tapi juga ikut menawarkan kebersahajaan dan suara pembebasan untuk tekanan kehidupan.

Kota, kaum , memiliki banyak kisah, puluhan bahkan ratusan kotak Pandora. Kita akan takjub, terperangah, terpesona, tertawa getir, haru atau menangis, saat kotak itu dibuka dan menemukan rahasia-rahasia kisah mereka.

Para kreator telah menjamah sisi lain kehidupan para aktor, masyarakat kaum urban, yang adalah tetangga dan menjadi bagian di dalam kehidupan bersama. Mengutip pernyataan Edian, Jakarta sesungguhnya selain kota kita sekaligus juga menjadi “kampung kita”…

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini